Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Etnik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etnik. Tampilkan semua postingan

Pantun / Umpasa Simalungun III

Andor hadungka,Togu toguni lombu... 
" Sai sayur matua,Ronsi patogu togu pahompu "



 Hodongni birah do,Rokkat ni bagod ...
" Dosni uhur do,Sibahen na saud "

 Nisuan sanggei sanggei,I buttuni luhutan...
" Nasiam ma gabei,Anggo marsipaihut ihutan "


 Sin Raya sini Purba,Sin Dolog sini Panei...
" Manlangkah pe lang mahua,Asalma marholong ni atei  "

 Ipongkah buluh balangkei,Sigeini bagod puli...

" Pinungkahni oppungta na parlobei,Ihutkononni na parpudi   "


Haporas ni sin Lokkung,Etek-etek marpira...
" Anggo jolma harosuh,Etek pe na paima "


Ai Ma Tongon..!!!   

lanjut nassiam...!!!

 

Umpasa atau Pantun Simalungun II

Boras san supak,Boras san nangging...
Horas ma nasiam na mulak,Horas homa hanami na tading...



Timbahouni si morbou
Ulung magou san rihat
Age lingod panonggor
Ulang magou pardingat

Talun ni Purba saribu
Tubuhan hare hare
Hata podah hata pasu pasu
Sai ulang muba sai ulang mosei


Asarni poldong poldong
I buntu ni tapian
Mamasu masu ma hanami tondong
Sai roh ma parsaulian

Asarni hati nong nong
I buntu ni tapian
Anggo mamasu masuma tondong
Lambin tambahma pansarian








AI MA TONGON   !!!!!!!
 

Umpasa / Pantun Simalungun I

Nisuan sanggei sanggei I buttuni luhutan
Nasiam ma gabei Anggo marsipaihut ihutan

Ipongkah buluh balangkei, sigeini bagod puli
Pinungkahni oppungta na parlobei,ihutkononni na parpudi

Sordam ni urang-iring, sogop i barung-barung
Hatamu do magigi, uhurmu margagayung

Nisuan sanggei sanggei I buttuni luhutan 
Nasiam ma gabei Anggo marsipaihut ihutan

Ipongkah buluh balangkei, sigeini bagod puli
Pinungkahni oppungta na parlobei,ihutkononni na parpudi

Sordam ni urang-iring, sogop i barung-barung
Hatamu do magigi, uhurmu margagayung


tambahi nassiam hanjin tene....
 

Gonrang Simalungun

Musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan. Dari semua karya seni, mungkin sekali musiklah yang paling mempengaruhi tradisi budaya untuk menentukan patokan-patokan sosial dan patokan-patokan individu, mengenai apa yang disukai dan apa yang diakui. Musik dapat mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip umum yang mendasarinya, yang menghidupkan kebudayaan tersebut secara menyeluruh.

Gonrang (istilah bahasa Simalungun untuk “gendang”) salah satu alat musik dari daerah Simalungun, yang telah lama ada dan berkembang di daerah Simalungun. Musik gonrang tidaklah hanya apresiasi seni semata, tetapi juga mau memperlihatkan makna dan fungsi yang sangat mendalam bagi kehidupan masyarakat Simalungun khususnya. Makna dan fungsi gonrang terwujud sebagai suasana pengungkapan hati, sebagai sarana hiburan, sebagai sarana komunikasi. Musik gonrang juga sebagai representasi simbolis yang mencerminkan nilai-nilai, pengaturan kondisi sosial dan perilaku kultur lainnya serta sebagai peneguh ritus-ritus keagamaan dan ikatan sosial.

Maksud tulisan ini adalah untuk membahas kelima fungsi gonrang Simalungun yang disebutkan diatas.

Fungsi Musik gonrang dalam komunitas masyarakat simalungun:

1. Sebagai pengungkapan suasana hati
Dimanapun di dunia ini, tampak jelas bahwa musik mempunyai peran yang kuat dalam mengungkapkan suasana hati seseorang. Pengungkapan suasana hati itu dapat bersifat spesifik seperti halnya pada lagu yang bernuansa politis maupun lagu-lagu percintaan yang mau mengungkapkan perasaan dan kepuasan diri. Apapun jenis suasana hati yang diekspresikan dalam proses pembuatan musik, akan menggugah reaksi dari para pendengar dan reaksi itu tidak lepas dari pementasannya. Maksudnya adalah nuansa lagu yang dibawakan disesuaikan dengan suasana pesta. Sebagai contoh, untuk pesta perkimpoian, pesta panen dan pesta meriah lainnya tentu sangat berbeda nuansa musiknya dengan suasana kematian atau kesedihan.

Salah satu faktor yang dianggap penting dalam menentukan reaksi suasana hati terhadap musik di kalangan masyarakat Simalungun adalah tempo musik yang dibawakan. Untuk menunjukkan suasana gembira, maka dipakai tempo sedang hingga tempo cepat. Sedangkan tempo lambat umumnya dipakai untuk yang berhubungan dengan hal-hal musibah, kekecewaan, kesedihan dan kerinduan hati. Banyaknya lagu-lagu sedih di daerah Simalungun dan digunakannya istilah inggou menggambarkan makna suasana hati dari lagu-lagu tersebut serta persepsi masyarakat Simalungun terhadap lagu-lagu tersebut. Pengungkapan perasaan mungkin paling mudah dan sederhana untuk difahami dari lirik yang dikandungnya.

Para pemain musik gonrang mempunyai peran penting dalam suasana ini. Para pemusik menjadi pemicu dalam memulai dan memfasilitasi pengungkapan perasaan yang sesuai untuk masing-masing situasi dengan cara “menghidupkan” gual (lagu yang dimainkan pada ansambel musik gonrang) yang dibawakan. Sebagai contoh, dalam tortor sombah (tortor = tarian, sombah = sembah) dimulai oleh pihak boru (orang atau klan yang menjadi pihak penerima istri kepada yang bersangkutan) dan mengarahkan kepada pihak tondong (orang atau klan yang menjadi pihak pemberi istri dari yang bersangkutan).

Sikap sembah diwujudkan dengan mengatupkan telapak tangan dengan ujung jari menghadap ke atas dan disentuhkan pada dahi, dengan sikap seperti ini pihak boru menghampiri pihak tondong. Sambil menarikan tortor sombah dihadapan pihak tondong, pihak boru memohonkan kasih sayang yang manja dari pihak tondong. Maka kerendahan hati merupakan makna dari inti tarian yang dibawakan oleh boru yang diungkapkan dalam konteks tarian dan musik yang dibawakan.

2. Sebagai sarana hiburan
Salah satu fungsi musik gonrang bagi masyarakat Simalungun adalah sebagai sarana hiburan. Karena kurangnya kesempatan untuk menikmati suasana istirahat dari kerja, maka pada saat pesta merupakan kesempatan untuk beristirahat dari aktivitas kerja. Pesta merupakan salah satu bentuk acara selingan. Ada sejumlah pesta yang dilaksanakan setiap tahun, yang termasuk di dalamnya yaitu Manumbah (penyembahan tempat keramat maupun arwah para nenek moyang).

Ada pesta yang diselenggarakan pada saat-saat khusus : pesta palaho/paroh boru (pesta pernikahan), pesta mangalo-alo tamuei (pesta penyambutan tamu atau undangan istimewa), mamongkot jabu (selamatan memasuki rumah baru) dan masih banyak kesempatan lain yang dijadikan suasana pesta. Salah satu kebiasaan dalam berpesta adalah mengundang antara kampung yang satu dengan kampung yang lain yang memiliki ikatan hubungan tondong, boru dan sanina (mereka yang berasal dari marga dan sub-marga yang sama dengan yang bersangkutan) untuk memeriahkan pesta tersebut.

Pada pelaksanaan pesta tersebut, biasanya para undangan dengan sabar mengikuti acara, khususnya pada acara adat penting dan menunggu sampai pada kesempatan mereka untuk menari. Salah satu kebiasaan pada saat menari, para undangan akan meminta gual yang menjadi kesukaan mereka (umumnya untuk pesta-pesta meriah). Kaum muda-mudi, karena belum mendapat posisi dalam masyarakat biasanya baru mendapat giliran untuk menari pada akhir-akhir acara. Untuk mereka, ini adalah kesempatan untuk bersosialisasi satu sama lain dan kesempatan untuk belajar menari pada pesta-pesta resmi.

Selain pada kegiatan adat dan tradisi musik gonrang yang disebutkan diatas, musik merupakan sarana hiburan pada kesempatan lain. Para warga, khususnya kaum pria, suka berkumpul pada malam hari sambil bernyanyi dan memainkan alat musik seperti : gitar, seruling, harmonika dan alat musik lainnya sebagai sarana hiburan.

3. sebagai sarana komunikasi
Para ahli musik telah mengakui fungsi kesenian musik adalah sebagai sarana komunikasi. Lewat nuansa musik yang dibawakan, mereka mau mengkomunikasikan seluruh perasaannya secara simbolis, baik yang menggembirakan maupun yang sedih. Nuansa kesedihan, kekecewaan dan kesepian biasanya diungkapkan dengan lirik dan bunyi lagu-lagu percintaan maupun lagu-lagu perpisahan. Kita akan lebih merasakan perasaan hati seperti ini pada sejumlah gual yang bertempo lambat. Bunyi musik juga dapat menyajikan suasana hati tertentu yang dapat membantu untuk mengungkapkan perasaan hati dan inti dari lirik yang dinyanyikan.

Selain itu, musik gonrang juga mau mengkomunikasikan identitas etnis. Sebagai salah satu dari sekian banyak kelompok etnis di Indonesia, masyarakat Simalungun yang tertarik pada tari-tarian dan musik tradisionalnya, sangat menyadari keunikan musik mereka, baik di dalam maupun di luar tradisi gonrang. Pada acara-acara silaturahmi, sebagian dari anggota masyarakat sering muncul “nasionalisme primitif kesukuan” dengan musik, tarian dan adat sebagai titik tolak semangat. Pada acara seperti ini kerap kali sangat membantu penyebaran musik dan tari-tarian Simalungun, yang mempengaruhi musik dan tari-tarian nasional Indonesia. Dengan demikian, musik Simalungun merupakan suatu acara guna mengkomunikasikan karakter dan kebanggaan etnis mereka.

4. Sebagai Representasi Simbolis
“Musik mencerminkan nilai-nilai, pengatur kondisi sosial dan perilaku kultur lainnya.”
Musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kebudayaan. Dan sebagaimana aspek-aspek kebudayaan lainnya, musik niscaya akan mencerminkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip umum yang mendasarinya, yang menghidupkan kebudayaan tersebut secara menyeluruh.

Ansambel musik gonrang mempunyai hubungan erat dengan struktur adat. Status para pemain musik dalam suatu ansambel musik gonrang didasarkan atas jenis alat musik yang dimainkannya. Si peniup sarunei (alat musik tiup yang memiliki tujuh buah lubang jari) selalu diakui sebagai pemimpin di antara mereka (secara musik maupun secara adat). Ia mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan ansambel musik yang akan dimainkan. Menurut adat juga, bila pihak yang meminta gual memberikan penghargaan maka si peniup sarunei-lah yang harus menerima penghargaan tersebut. Dalam hal pendapatan di antara anggota pemain musik, ia juga yang akan mendapat imbalan yang lebih besar.

Tingkatan kedua yaitu para penabuh ansambel gonrang (gonrang si dua-dua atau gonrang bolon). Untuk gonrang si dua-dua umumnya hanya dimainkan satu atau dua orang saja, sedangkan untuk gonrang bolon umumnya dimainkan dua atau tiga orang. Mereka ini menabuh gonrang sedemikian rupa sehingga mampu memainkan gual yang dimintakan dengan mengikuti pola irama dari sarunei. Pertingkatan di antara penabuh hampir tidak ada, namun umumnya penabuh gonrang yang lebih mahir dalam memainkannya diakui sebagai yang menentukan.

Tingkatan yang ketiga yaitu para pemukul gong dan mongmongan (dua buah gong kecil yang digunakan sebagai tanda bunyi kolotomis). Meskipun musik dapat dimainkan tanpa didampingi oleh pemukul gong dan mongmongan, tetapi umumnya bagian ini juga selalu diikutkan. tugas mereka adalah membawakan kerangka dari gual tersebut, yang tujuannya untuk menambah nilai rasa dan tekanan yang menetap pada gual yang dimainkan. Sekali mereka mendapat pola yang pas dari gonrang dan sarunei, tugas mereka hanya mengulangi pola tersebut sampai gual berakhir.

Pertingkatan pada pemeran ansambel musik gonrang juga mempunyai hubungan dalam kelompok adat Simalungun. Sebagaimana pemain sarunei adalah sebagai pemimpin diantara pemain ansambel lainnya, maka kelompok tondong menduduki posisi sebagai pemimpin pada acara-acara adat (juga dalam hidup sehari-hari). Kemudian diikuti oleh kelompok boru sebagai kelompok kedua yang sangat erat hubungannya dengan tondong. Pihak tondong senantiasa memperhatikan dan memperlakukan boru-nya dengan baik dan bahkan memberikan berkat agar mereka senantiasa hidup sejahtera. Kelompok ketiga adalah kelompok sanina (keanggotaan marga dan sub marga yang berpesta). Sebagaimana pemukul gong dan mongmongan yang menambah nilai rasa pada ansambel musik gonrang, kelompok sanina ini merupakan penolong khususnya saat mempersiapkan acara pesta, pendamping bagi boru dan bagian dari boru itu sendiri.

Walaupun pengelompokan tondong, boru dan sanina dalam struktur adat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan si peniup sarunei, penabuh gonrang dan pemukul gong dan mongmongan dalam ansambel musik gonrang, tetapi di antara kelompok ini praktisnya masih terdapat perbedaan. Pada ansambel musik gonrang, para pemainnya sangat jarang saling “bertukar posisi” atau tukar peran dalam memainkan ansambel musik gonrang.

Hanya dimungkinkan antara penabuh gonrang dengan pemukul gong dan mongmongan yang saling bertukar posisi. Pada konteks adat, posisi seseorang ditentukan oleh ikatan hubungan dengan pihak yang menyelenggarakan pesta. Dalam suatu pesta umpamanya, posisi seseorang dapat sebagai tondong namun pada saat pesta lain, dapat sebagai boru atau sanina. Jadi, seseorang dapat menempati ketiga posisi yang ada dalam kelompok ini. Dengan demikian akan ada keseimbangan, karena semua orang berkesempatan untuk memerankan salah satu dari ketiga kelompok ini dalam suatu pesta.

5. sebagai peneguh ritus-ritus keagamaan dan ikatan sosial
Salah satu kebiasaan baik bagi masyarakat Simalungun dan seluruh masyarakat Batak umumnya adalah adanya kebiasaan martutur (menelusuri silsilah satu sama lain). Hal ini dilakukan bagi mereka yang belum saling mengenal satu sama lain. Setelah saling mengetahui silsilah masing-masing, mereka akan dapat memposisikan diri satu sama lain berdasarkan aturan adat mengenai tata cara ikatan hubungan antara tondong, boru dan sanina. Ini merupakan norma yang mendukung terciptanya ikatan sosial yang kuat dalam kalangan masyarakat Simalungun.

Adat dan kelompok adat adalah unsur-unsur yang paling sentral dan kuat di kalangan masyarakat Simalungun, maupun masyarakat Batak umumnya. Kekuatan adat tersebut ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari melalui acara seperti tari-tarian adat yang dipentaskan hampir pada setiap pesta. Gual yang dibawakan pada acara tersebut pada umumnya gual yang mengingatkan pihak tondong, boru dan sanina akan tata cara keharmonisan sikap dan tindakan diantara mereka. Sikap dan kasih sayang serta tindakan mencurahkan berkat harus dipraktekkan dalam konteks sosial lingkup suasana gual yang dibawakan. Musik gonrang dijadikan sebagai sarana untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai kultural dan keagamaan. Musik gonrang menjadi alat untuk pengikat dan peneguh ikatan sosial dan upacara-upacara kultural maupun keagamaan yang dianggap penting oleh masyarakat Simalungun.


sumber: http://www.mycultured.co.cc
 

Download Lagu Simalungun

Yang sangat memberi pengaruh kerinduan saya untuk tanah Simalungun, adalah lagu-lagunya. Lagu-lagu ini juga bisamemberi kepuasan saat merindukan tanah kelahiran. Moga bermanfaat untuk anda. Walaupun ini sangat belum lengkap saya sangat berterima kasih atas kunjungan anda..

Silahkan Download !!!

Jhon Eliaman Saragih

Borit Do Begeian Hatamin
Boru Purba
Cinta Jarak Jauh
Danau Toba
Doding Kado Pengantin
Eta Maranggir
Friska
Gumisni Huting
Iluh I Bandara
Lalap Marangan-angan
Lang Tarpabuni
Marbapa Dua
Mardatu
Marih Si Bahuei
Mase
Masema
Mulani Pargaulanta
Paris Ni Udan
Pintor Bilang



DAMMA Terbaru

Barita Hun Simalungun
Hoi
Idolaku
Lince
Manriah
Nini
O..Raru
Sarupa Do Jambarta
Seng Pitah Ham
Tangis Lang Tar Tangishon



Serly Saragih
Ai Botou


Marmasi Trio
Dingis Na Lang Marasar


Ladies Trio
Anak Matani Arikku

AGAVE GROUP
Polisi Toba


Trio Mora
O..Simalungun


Zenny MT
Oe Pelo Botou
Zenny MT ft Huristina S
Lungun Tumang Huahap


Yuli S
Hayu Na Melus
HolongalahanLopah


Jhon Kariando

Abingma Pahoppumon


NN
Haporas Ni Silokkung




Lagu Rohani Simalungun

5 Roti 2 Dekke
Bai Pardalanan
Bujur Do Naibata
Hamajuonni Jaman
Hu Sombah Ham Tuhan
Idilo Tuhan Naibatanta
Jaloma Jesus
Markuasa
Mattin Ni In
Monang Do Au
Naha Do Pangahapmu
Titah Palimahon
Tolong Ham MA Tuhan
Tuhan Ham Sortalikku



kita akan berusaha kalo ada yang maw request lagu...!!!

Terimakasih....

 

PARTUTURANNI SIMALUNGUN

Tuturbisa diterjemahkan sebagai panggilan yang digunakan masyarakat Simalungun sebagai sebutan untuk/kepada orang tertentu.

Perkerabatan Simalungun
Orang Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang) dan tibalni parhundul (kedudukan/peran) dalam horja-horja adat (acara-acara adat). Hal ini bisa dilihat saat orang Simalungun bertemu, bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal-usul anda)?"
Hal ini dipertegas oleh pepatah Simalungun “Sin Raya, sini Purba, sin Dolog, sini Panei. Na ija pe lang na mubah, asal ma marholong ni atei” (dari Raya, Purba, Dolog, Panei. Yang manapun tak berarti, asal penuh kasih). Kenapa? Karena seluruh marga raja-raja Simalungun itu diikat oleh persekutuan adat yang erat oleh karena konsep perkawinan antara raja dengan “puang bolon” (permaisuri) yang adalah puteri raja tetangganya. Seperti raja Tanoh Djawa dengan puang bolon dari Kerajaan Siantar (Damanik), raja Siantar yang puang bolonnya dari Partuanan Silappuyang, raja Panei dari putri raja Siantar, raja Silau dari putri raja Raya, raja Purba dari putri raja Siantar dan Silimakuta dari putri raja Raya atau Tongging.
Adapun Perkerabatan dalam masyarakat Simalungun disebut sebagai Partuturan. Partuturan ini menetukan dekat atau jauhnya hubungan kekeluargaan (pardihadihaon), dan dibagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut:

1. Tutur Manorus / Langsung
Perkerabatan yang langsung terkait dengan diri sendiri.
Ompung: Orangtua Ayah atau Ibu, Saudara (Kakak/Adik) dari orangtua Ayah atau Ibu
Bapa/Amang: Ayah
Inang: Ibu
Abang: Saudara lelaki yang lahir lebih dulu dari kita.
Anggi: Adik lelaki; saudara lelaki yang lahir setelah kita.
Botou: Saudara perempuan (baik lebih tua atau lebih muda).

Amboru: Saudara perempuan Ayah; Saudara perempuan pariban Ayah; Saudara perempuan Mangkela: Bagi wanita: orangtua dari Suami kita; Amboru dari suami kita; atau mertua dari Saudara Ipar perempuan kita.
Mangkela: Suami dari saudara perempuan dari Ayah
Tulang: Saudara lelaki Ibu; Saudara lelaki pariban Ibu; Ayah dari besan
Anturang: Istri dari Tulang; Ibu dari besan
Parumaen: Istri dari Anak; Istri dari Keponakan; Anak Perempuan dari Saudara Perempuan Istri; Amboru dan Mangkela kita memanggil istri kita Parumaen
Nasibesan: Istri dari Saudara (Ipar) lelaki dari Istri kita atau saudara Istri kita
Hela: Suami dari Puteri kita; Suami dari Puteri dari kakak/adik kita
Gawei/Eda: Hubungan Wanita dengan Istri Saudara Lelakinya
Lawei: Istri dari Saudara Lelaki
Botoubanua: Puteri Amboru; Bagi wanita: Putera Tulang

Pahompu: Cucu; Anak dari Botoubanua; Anak Pariban
Nono: Pahompu dari Anak (Lelaki)
Nini: Pahompu dari Boru
Sima-sima: Anak dari Nono/Nini
Siminik: Pahompu dari Nono/Nini

2. Tutur Holmouan / Kelompok
bersambung.....!!!!!




 

Rumah Bolon Pem. Purba

Peninggalan sejarah sejarah berupa rumah tempat tinggal raja Simalungun masih ada sampai sekarang terletak di kecamatan Purba. Walaupun sudah direnofasi beberapa kali, tapi tidak mengurangi nilai historisnya.





























 

Himapsi Ladies Trio - Sedo Arta Habayakon

domma isungkun ham nassi bapa
domma isurduk ham nassi inang
domma....domma..... poltik parpadananta
halani ai ha... ha....ha....ha.....
ulang tadikkon au botou

#
pori.... pori.... adong hubahen na hurang
ulang gabe mambahen parsiranggan
sonin-sonin do hata parpadanan
halani ai ha...ha...ha...ha....
maningon do poltik jolomon

reff:
hansi pe lang dong ibahen dalan ta
ulang tor podas hita mandolei
ai anggo arta habayakon
na laho salpu do ganup

usih do in songon bunga italun
salpu do hape misbou ni in
halani ai sai Tuhan in ma
na bahen onjolanta

back to #:
 

Jhon Eliaman ft. Yeyen Marbun - Sahata Hita

bapa:
ulang be sai solsoli au inang ni anakku
ulang sai marungut-ungut horja mu
sabar ma ham inang sabar ma ham
age sombuh hagoluhonta

inang:
ai lang na hu solsoli ham bapa ni borukku
mansarihon boras na sakullom in
ase tarapoh uhurhin haholongan
bapa ni anakku

#
bapa:
bolak tanoh hudogei bahat hata ni halak
ai hata na so hata podas do ham porsaya
martonggo ham inang ni anakku
apusi iluh min sabar ma ham

inang:
ulang sonai hatamu bapa ni anankku
ganup hata ni halak hupardingothon do bapa
martonggo do au bapa ni anakku
ase boi dapot ham sura-suramu

reff:
bapa & inang:
sonai si tarononta domu panriahannta
ulang marsisolsolan bani rumahtangganta
sa tonggo hita sahata hita
ondoshon ma ganup bai Tuhan in

back to #
 

Misir Ma Au Botou

salam ma tanganku botou
ulang be inunut sai ham tangis
misir pe au hu sio namadaoh
halani sura-sura na mambahen

ý
#
pos ma ham bai padan ta in
toguh do au paimahon ham botouýþ
poltik do hujolom hatamu na dob in
sai tonggo in do mangirikkon ham botou


reff:
misir ma au botou...
tading-tading ma ham
patenger paruhuran
podas das ma hua

paima au botou...
sabar-sabar ma ham
balosi suratkin
papuashon siholhin


back to #
 

Himapsi Ladies Trio - Marpadan

dob honsi hu tanda ham
malas ma uhur hin
dong ma hapedalan laho maroadan

padan na binahenta in
lang boi marsirang
ronsi ujung ni goluhta
na so boi rotap

rotap halani hahurangan
rotap halani hasombuhon
somal do na marsihaholongan
margantih solu malas uhur pusok pe

reff:
marpadan..
marpadan do nimu hita na dua
lang tarbehen lang maningon saud do
sonai nimu hubangku

hape roh ma a ham laho patugangkon
santabi ma bamu botou
manongon balosanku do orangtuaku...2x
 

Langkahkon Ma Inang

nassai dokah ni boruku
riap hita bai ganup ari
mulai ha etek-etek on mu o borukku

bois ni gogoh do inang
hanai nadua orang tua mu
marpala-pala do inang mangkopkop ho

patumpu na sinari
laho mamboli isi sikolahmu
bohal bani goluhmu borukku

malas uhur mangidah
sihol magodang ho inang
na gabe ungkap bani goluhkon

reff:

hape inang sadari on...
misir ma ham....
malangkahkon langkahmu misir
hu jabumu

mangayaki sura -suramu
laho manongot harosuhmu
pargotong na pinilihmu
o..borukku

mangayaki sura -suramu
laho manongot harosuhmu
pargotong na pinilihmu
o..borukku


anggo tokkin lang tarbaen lang
lungun do uhur....
panorang parsirangan on
o..borukku

tapi ulang bangkir uhurmu
age pe iluh bai matangku
iluh malasni uhur do ai
o..borukku


tapi ulang bangkir uhurmu
age pe iluh bai matangku
iluh malas ni uhur do ai
o..borukku

music.............

pangkei-pangkei ma ho inang
laho mansiatkon dirimu
i rumahni simatuamu
ulang holi hatani halak
matangkas ma au na hurang pandei
na mangajari ho inang

ase sai satonggo ma hita
horas bei rumah tanggamu
tambah godang sayur matua....

ase sai satonggo ma hita
horas bei rumah tanggamu
tambah godang sayur matua....

back to reff:
 

Anak Matani Arikku

dingat ma amang anak matani arikku
hian-hian ni ho do hansa
mamboan goran ge rudangmu
anak ni pusu-pusungku

#
ingat ma amang sai habujurhon anakku
bai ganup langkah ge horjamu
sonai homa ge sikolahmu
sai tong ma lobei martonggo anankku


ganup na hurang anakku
porsan parngit goluh ta on

reff:

pangkei...pandei ma ho manjojing
mamakei bohal na otik

anggiat saud sura-sura
jumpahan bani pinarsinta

ase dong ulihku na loja anakku
ase dong ulihku na loja anakku

back to #
 

Siholan

(lang hu botoh judul aslini)

ai o botou lungun ni borngin on
jongjong ma au manatap langit in
bintang marsinondang
bulan pe tarsiriom
tarsunggul uhurhin

#
ai o botou hu dingat ma ganup
na salpu in pargaulan ta in
bani pakkawahmu bani parsahapmu
tarsunggul uhur hin

reff:
hujolom do gomos tumang padanta oooo......
in sadari on ronsi patar haduan oooo......
logou bolon padas sihol ni uhurhon

back to #
 

Mulak Pe Au Girah

domma dokah lang ongga mulak au, hu tanoh hatubuhankin
hu tanoh Simalungun hutakin
ai siholan namin au.........

....buei pe huta hu bottasi da, mandipar laut na daoh
das do hu kehen hu huluan au
bai parlajangankin...

onga do au tartunduh halani loja ni in.....
ongga do au tariluh halani borit ni in......
modom pe sipata manginsolat mando tong
bai hasoman parholong atei in
....ale logou hiaphon tonahkon, bai inang botou anggi kin
hu tanoh Simalungun huta kin
mulak pe au girah...
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SIMALUNGUN-KU..? - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger