Latest Post

Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Simpang TKA Bungo

GKPS Simpang TKA Bungo, Komunitas Kecil yang Teraniaya
Sebanyak 33 keluarga komunitas Nasrani, warga Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Simpang TKA kilometer 44, Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muarobungo, kini teraniaya oleh sekelompok warga setempat yang tak bertanggung jawab.
Bahkan pembakaran 30 unit rumah milik warga pendatang asal Simalungun dan Karo Sumatera Utara 28 Juli 2007 lalu, menyisakan luka mendalam umat Nasrani di sana. Bahkan warga pendatang itu diwajibkan membayar denda
Rp 90 juta sebagai perdamaian secara adat.


Padahal yang menjadi korban pembakaran itu adalah saudara kita yang mengadu nasib sebagai petani kebun di desa tersebut sejak 10 tahun silam. Sungguh tidak adil. Sepertinya saudara kita disana teraniaya.
Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Jhon Rickky R Purba, STh kepada penulis menuturkan, dari 30 unit rumah warga asal Sumut yang dibakar di Simpang TKA, lima diantaranya milik warga GKPS Simpang TKA, Resort GKPS Jambi.

Masing-masing Sy S Silalahi/br Simanjuntak, Maston Naibaho/br Saragih, Bernath Barus/br Jawak, Johan Barus/br Sinaga dan Bendehara GKPS Simpang TKA, Sy.J Damanik, Bong Manalu.

Seluruh harta benda milik warga GKPS itu, habis dijarah dan dibakar orang tak bertanggung jawab itu. Bahkan uang gereja GKPS Simpang TKA juga ikut dijarah habis oleh warga yang membakar rumah pendatang itu.

Dibongkar Paksa

Jiwa yang teraniaya yang dialami warga GKPS Simpang TKA, tidak hanya pada tempat tinggal mereka. Sebuah rumah peribadatan (gereja) milik GKPS Simp TKA juga ikut terkena imbas yang berujung pada pembongkaran paksa oleh perangkat desa dan pejabat kecamatan.

Pendeta GKPS Muarobungo, Pdt E D Sinaga, STh menceritakan, sudah tiga kali gereja semi permanen GKPS Simp TKA dibakar sekelompok orang tidak bertanggung jawab (warga desa setempat). Tahun 2003 lalu merupakan pembakaran yang cukup parah.

Bangunan gereja GKPS Simp TKA sudah dipindahkan kelokasi yang jauh dari pemukiman warga setempat non Nasrani. Sebanyak 33 KK warga GKPS Simpang TKA sudah mengumpulkan tanda tangan sebagai syarat membangun gereja di dekat pemukiman mereka.


Sebagai kepedulian St R.K Purba, salah satu tokoh Simalungun GKPS di Jambi sangat terharu mendengar kondisi gereja GKPS Simp TKA tersebut. Dirinya juga memberikan motivasi kepada warga GKPS Simp TKA untuk tetap berusaha mendekatkan diri dengan warga sekitar.

“Saya harapkan terus dilakukan pendekatan persuasif. Sehingga izin bangunan tersebut dapat keluar. Saya bersedia menyumbangkan seluruh atap seng untuk gereja tersebut. Semoga warga GKPS Simp TKA sabar dan teguh dalam iman. Saya juga menyumbangkan seng untuk bangunan gereja tersebut,” demikian kata St RK Purba saat Synode GKPS Resort Jambi, awal Maret lalu.

Kronologis


Pembongkaran paksa geraja GKPS Simpang TKA yang berlokasi di Dusun Baru, Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, kembali terjadi, Senin, 30 Juli 2007. Pembongkaran rumah Tuhan itu disaksikan rombongan Pdt GKPS Resort Jambi. Hanya sebuah Podium yang bersisa dari pembongkaran paksa itu.


Kronologis pembongkaran gereja itu, awalnya dari surat tertanggal 20 Juli 2007 Kades Rantau Ikil Nomor 451.1/390/Pem, hal pemberitahuan. Isi surat dari kesepakatan pemerintah desa, pemuda masyarakat dan segenap lapisan masyarakar Rantai Ikil menghimbau dan mengingatkan kelompok masyarakat Kristiani untuk tidak melanjutkan pembangunan gereja.

Dalam surat itu dituliskan, karena pembangunan gereja di Dusun Baru Petanun maupun di semua tempat dalam wilayah Desa Rantau Ikil, dapat menciptakan dan memperluas konflik secara horizontal yang dapat merusak hubungan baik antar warga dan akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Apabila saudara beserta kelompok masyarakat Kristiani di maksud tidak mengindahkan pemberitahuan ini, maka kami atas nama pemerintah desa tidak bertanggung jawab bila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan tersebut kemudian hari,” demikian isi terakhir surat yang ditanda tangani Kades Rantau Ikil dan Ketua BPD Rantau Ikil.

Pada tanggal 23 Juli 2007, datang Kepala Desa Rantau Ikil-Yusri, Camat Jujuhan-Afri Asianto S Sos, Ketua Pemuda dan tokoh masyarakat desa setempat lainnya menutup gereja dan memberikan surat pelarangan beribadah dan penutupan gereja.

Kemudian tanggal 24 Juli 2004, datang rombongan BIN, Kasat Intel Kam, Kapolsek dan lain-lain meninjau lokasi rumah ibadah sambil minta keterangan kepada warga GKPS Simp TKA dan Pdt E Sinaga STh.

Selanjutnya, 25 Juli 2007, panggilan rapat oleh Muspika Kec Jujuhan. Pada tanggal 26 Juli 2007 dilakukan rapat dan menghasilkan berita acara pembongkaran gereja.

Dalam hasil kesepakatan itu, ada empat poin yakni bahwasannya pelaksanaan ibadah warga Jemaat GKPS Simp TKA dilaksanakan dari rumah ke rumah, bahwasannya warga GKPS pada tanggal 30 Juli 2007 pukul 10.00 wib siap membongkar gereja.

Poin ketiga kesepakatan itu bahwasannya tidak akan dilakukan lagi pembangunan rumah ibadah dalam bentuk apa pun untuk kedepannya dalam wilayah Desa Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan.

Poin keempat, apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan ini maka pihak Muspika Kecamatan Jujuhan, Kepala Desa dan Perangkat Desa Rantau Ikil tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang terjadi.

Kesepakatan itu ditanda tangani oleh tiga perwakilan Warga GKPS Simp TKA, S Silalahi, J Damanik dan J Saragih. Sedangkan perwakilan desa Rantau Ikil, Kades Rt Ikil Yusri, H Anasri Tokoh Masyarakat Des Rantau Ikil, Rusni-Ketua Pemuda Desa Rt Ikil.

Surat kesepakatan itu diketahui oleh, Camat Jujuhan, Danramil 416-02 Tanah Tumbuh-Kapten Inf Busril, Kapolsek Jujuhan-AKP A Farizal, Kantor Urusan Agama Kec Jujuhan Drs Hafiz dan Ketua Lembaga Adat Kecamatan Jujuhan M Amin HIB.

Bantuan Korban

Kejadian yang menimpa lima keluarga warga GKPS Simp TKA, Pengurus GKPS Resort Jambi tidak tinggal diam. Ratusan warga GKPS Jemaat Jambi dan simpatisan turt prihatin dan memberikan sumbangan.

Rombongan Pdt JRR Purba STh, Sabtu (4/8) menuju GKPS Simpang TKA membawa bantuan berupa 10 karung pakai bekas layak pakai, 10 karung beras, 40 dus mie instan, obat nyakmuk, minyak goreng, kecap, pasta gigi dan peralatan dapur lainnya.

Selain bantuan beruma sandang pangan, Pengurus GKPS Resort Jambi juga menyumbangkan uang tunai Rp 6,6 juta. Pengurus GKPS Resort Jambi juga membuka Posko Peduli GKPS Simpang TKA dengan alamat GKPS Jambi, JL.Lapangan Tembak (kapten Sujono) Kotabaru Jambi No.12. Kota Jambi. (Asenk Lee Saragih).
 

Segera Lagu Simalungun

SEGERA TERBIT....!!!!!!!!!!!

ALBUM DAMMA


" N I N I "
TERBARU.......!!!!!!


 

Festival Lagu Batak Se-Kalimantan Barat

DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) menyelenggaralan Festival Vokal Group Lagu–lagu Batak yang pesertanya terbuka untuk umum. Final acara yang akan digelar di Pontianak Convention Centre (PCC) pada 19 Oktober 2008 pukul 19.00. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan khusus Joy Destiny Tiurma Tobing atau populer dengan panggilan Joy Tobing. Acara ini diikuti tidak hanya diikuti oleh etnis batak toba, batak simalungun, batak karo, batak nias, batak pakpak, dan batak mandailing saja, tapi juga diikuti oleh etnis lain seperti dayak ,cina dan melayu. Nah, special buat tulang ku “tomy saragih” ku berikan sebuah foto sepasang kekasih dari tanah Simalungun. Yang telah sukses menutup Festival Vokal Group Lagu–lagu Batak seKalBAr ini dengan sebuah tot-tor Simalungun hasil asuhan boru Damanik na jago on… panogolan mu satu nee……hehehe.



 

7 Rumah Terbakar di Merek Raya,,SIMALUNGUN

Sabtu, 02 Agustus 2008

Api Diduga dari Ledakan Televisi

Tujuh unit rumah terbakar di Huta Kristen Nagori Merekraya Kecamatan Pematang Raya Kabupaten Simalungun,
Jumat (1/8) sekira pukul 10.00 WIB. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Informasi dihimpun METRO dari warga di lokasi kejadian, sebelum
kebakaran terjadi, suasana huta (kampung) sedikit lengang. Sebab
rata-rata warga sedang berada di ladang. Namun tiba-tiba terdengar
teriakan seorang murid SD yang baru pulang sekolah.

Murid SD yang memiliki nama panggilan Ucok itu, sedang melintas
berjalan kaki menuju rumahnya. Tepatnya di depan rumah Jolden, yang
diduga merupakan asal api, Ucok heran melihat ada kepulan asap tebal.
Ucok menghampiri dan mengintip rumah yang sedang kosong itu. Dari luar,
ia melihat bagian dalam rumah sudah banyak asap dan ada kobaran api
dari televisi. Ucok yang menyaksikan kobaran api dan kepulan asap
langsung berlari menuju bengkel milik Risjon Saragih sembari berteriak
dan mengatakan ada kobaran api. Mendengar teriakan Ucok, Risjon keluar
dari bengkel dan melihat api mulai membesar di rumah tetangganya. Ia
pun segera mengemudikan salahsatu mobil langganannya untuk melaporkan
kejadian tersebut ke Pplsek Raya dan menghubungi petugas pemadam
kebakaran.

Sementara itu,
warga lainnya yang mendengar teriakan Ucok dan melihat
Risjon panik, berusaha menyelamatkan harta benda dari dalam rumah.
Bahkan rumah yang ditinggal pemiliknya terpaksa dirusak demi
menyelamatkan benda-benda di dalam rumah.
Namun karena angin bertiup sangat kencang serta terik matahari
menyengat, api cepat membesar dan merambat ke bengkel dan rumah lain.
Sehingga warga yang hendak menyelamatkan harta benda tidak bisa berbuat
apa-apa dan hanya menyaksikan tujuh unit rumah berikut bengkel terbakar
dengan cepat.

Api Berkobar Selama 2 Jam
Kebakaran berlangsung selama sekira dua jam. Petugas pemadam kebakaran
baru tiba setelah hampir sekira satu jam api berkobar. Sebelum petugas
datang, warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,
seperti air yang diambil menggunakan ember.
Parahnya, satu unit mobil pemadan kebakaran datang hanya dengan tangki
kosong, dan terpaksa terlebih dahulu mengambil air dari salahsatu
sungai di Huta Hapoltakan Raya.

Salahseorang warga di sekitar lokasi kejadian marah dan menuding
lambannya petugas pemadam kebakaran datang. Entah ngapain datang kalau
tangki tidak berisi air! Lamban kali petugasnya! Kenapa tidak distok
air di dalam tangki, biar bisa cepat melakukan pemadaman? kata seorang
pria berkumis dan berbadan tambun.

Akhrinya setelah tiga kali bolak balik mengambil air dan mendapatkan
bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran, api dapat dipadamkan. Namun
tujuh rumah berikut bengkel sudah hangus dilalap api. Tercatat, lima
tangki air baru bisa menjinakkan api.


Satu Rumah Dibongkar
Selain tujuh unit rumah berikut bengkel yang terbakar, satu unit rumah
lainnya yang terbuat dari papan, yakni milik Jahardin Saragih, terpaksa
dibongkar warga untuk mengantisipasi api merambat lebih besar. Warga
pun berusaha mengeluarkan barang-barang barang dari dalam rumah sembari
berusaha melepaskan dinding rumah.

Upaya warga yang merubuhkan rumah dipimpin Pangulu Nagori Merekraya,
Jontam Purba. Jontam langsung mengoordinir warga yang terdiri atas
pemuda dan kaum bapak. Sementara kaum ibu menangis histeris. Dalam
waktu 30 menit, rumah itu berhasil dirubuhkan.
Jalan Siantar-Saribu Dolok Macet

Musibah kebakaran tersebut membuat jalan lintas Siantar-Saribu Dolok
Nagori Merekraya Kecamatan Pematang Raya macet total. Sebab rumah yang
terbakar tepat berada di sisi kiri jalan Siantar-Saribu Dolok.
Warga dan beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang menuju Kantor
Bupati berhamburan melihat rumah terbakar. Terlihat beberapa petugas
berusaha mengatur arus lalu-lintas untuk mempermudah kendaraan
melintas, dan memberikan jalan bagi mobil pemadam kebakaran yang
beberapa kali lalu-lalang mengambil air.

Sejumlah warga semakin panik karena beberapa kabel listrik terputus dan
terjatuh membentang di jalan. Warga pun berhamburan karena takut
terkena kabel mengeluarkan api. Satu Sepedamotor Terbakar
Satu unit sepedamotor milik warga yang hendak diperbaiki di bengkel
milik Risjon Saragih ikut terbakar. Selain itu, jagung dan kopi
sebanyak empat ton ikut hangus, termasuk sejumlah peralatan bengkel
berupa mesin genset, gerenda, tabung las karbit, dan las listrik.

Sementara itu, rumah P br Damanik, ibu Risjon Saragih (pemilik bengkel)
mengalami kerugian sangat besar, yakni sekitar Rp400 juta. Hal ini
dikatakan Pangulu Nagori Merekraya, Jotaman Purba.
Dikatakan Jotaman, rumah J Sinaga warga Jakarta yang berasal dari
Nagori Merekraya yang ditaksir senilai Rp250 juta ikut terbakar
berikut harta benda di dalam rumah. Masih kata Jotaman, selain
berusaha menyelamatkan harta benda dan memadamkan api, warga juga
mendirikan posko bantuan. Sementara para korban yang rumahnya terbakar,
untuk sementara diungsikam di rumah tetangga.

Api Diduga dari Ledakan Televisi
Hampir dipastikan, api yang menghanguskan tujuh unit rumah berasal dari
ledakan televisi yang korsleting karena masih terhubung dengan aliran
listrik, di rumah Jolden Saragih.
Diduga, sejak malam hingga siang, pemilik rumah tidak mencabut stop contact televisi dari aliran listrik.

Berusaha Tegar....
Meski sangat berduka, namun anak salahsatu korban yang rumahnya
terbakar berusaha tetap tegar. R Saragih (44), putra P br Damanik, yang
tinggal di seberang jalan rumah ibunya, mengaku tidak menduga rumah
peninggalan almarhum ayahnya, yang selama ini dijadikan bengkel las dan
tempat penyimpanan hasil bumi, sudah rata dengan tanah hanya dalam
waktu singkat.

Dikatakannya, sebelum peristiwa itu terjadi, ia sedang bersiap-siap
menuju Pematangsiantar untuk menyelesaikan suatu urusan. Ketika dirinya
meninggalkan rumah, istri dan ibunya sedang bercerita di salahsatu
ruangan di rumah yang juga berfungsi sebagai bengkel itu.
Namun Saragih berusaha tegar. Ia tak ingin ibunya stres dan jatuh
sakit. Saya akan berusaha tegar. Saya tidak ingin mamak sakit;ucapnya.

Pemilik Rumah yang Terbakar

1. Jonatan Sinaga
2. Barmen Purba
3. Lesmen Damanik
4. P Br Damanik Pemilik bengkel yang dikelola anaknya Risjon Saragih
5. Julden Saragih Duga api berasal dari ledakan televisi di rumahnya
6. J Sinaga Warga Jakarta asal Merekraya
7. Johardin Saragih Rumahnya terpaksa dibongkar

 

manortor













 

PARTUTURANNI SIMALUNGUN

Tuturbisa diterjemahkan sebagai panggilan yang digunakan masyarakat Simalungun sebagai sebutan untuk/kepada orang tertentu.

Perkerabatan Simalungun
Orang Simalungun tidak terlalu mementingkan soal “silsilah” karena penentu partuturan di Simalungun adalah “hasusuran” (tempat asal nenek moyang) dan tibalni parhundul (kedudukan/peran) dalam horja-horja adat (acara-acara adat). Hal ini bisa dilihat saat orang Simalungun bertemu, bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal-usul anda)?"
Hal ini dipertegas oleh pepatah Simalungun “Sin Raya, sini Purba, sin Dolog, sini Panei. Na ija pe lang na mubah, asal ma marholong ni atei” (dari Raya, Purba, Dolog, Panei. Yang manapun tak berarti, asal penuh kasih). Kenapa? Karena seluruh marga raja-raja Simalungun itu diikat oleh persekutuan adat yang erat oleh karena konsep perkawinan antara raja dengan “puang bolon” (permaisuri) yang adalah puteri raja tetangganya. Seperti raja Tanoh Djawa dengan puang bolon dari Kerajaan Siantar (Damanik), raja Siantar yang puang bolonnya dari Partuanan Silappuyang, raja Panei dari putri raja Siantar, raja Silau dari putri raja Raya, raja Purba dari putri raja Siantar dan Silimakuta dari putri raja Raya atau Tongging.
Adapun Perkerabatan dalam masyarakat Simalungun disebut sebagai Partuturan. Partuturan ini menetukan dekat atau jauhnya hubungan kekeluargaan (pardihadihaon), dan dibagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut:

1. Tutur Manorus / Langsung
Perkerabatan yang langsung terkait dengan diri sendiri.
Ompung: Orangtua Ayah atau Ibu, Saudara (Kakak/Adik) dari orangtua Ayah atau Ibu
Bapa/Amang: Ayah
Inang: Ibu
Abang: Saudara lelaki yang lahir lebih dulu dari kita.
Anggi: Adik lelaki; saudara lelaki yang lahir setelah kita.
Botou: Saudara perempuan (baik lebih tua atau lebih muda).

Amboru: Saudara perempuan Ayah; Saudara perempuan pariban Ayah; Saudara perempuan Mangkela: Bagi wanita: orangtua dari Suami kita; Amboru dari suami kita; atau mertua dari Saudara Ipar perempuan kita.
Mangkela: Suami dari saudara perempuan dari Ayah
Tulang: Saudara lelaki Ibu; Saudara lelaki pariban Ibu; Ayah dari besan
Anturang: Istri dari Tulang; Ibu dari besan
Parumaen: Istri dari Anak; Istri dari Keponakan; Anak Perempuan dari Saudara Perempuan Istri; Amboru dan Mangkela kita memanggil istri kita Parumaen
Nasibesan: Istri dari Saudara (Ipar) lelaki dari Istri kita atau saudara Istri kita
Hela: Suami dari Puteri kita; Suami dari Puteri dari kakak/adik kita
Gawei/Eda: Hubungan Wanita dengan Istri Saudara Lelakinya
Lawei: Istri dari Saudara Lelaki
Botoubanua: Puteri Amboru; Bagi wanita: Putera Tulang

Pahompu: Cucu; Anak dari Botoubanua; Anak Pariban
Nono: Pahompu dari Anak (Lelaki)
Nini: Pahompu dari Boru
Sima-sima: Anak dari Nono/Nini
Siminik: Pahompu dari Nono/Nini

2. Tutur Holmouan / Kelompok
bersambung.....!!!!!




 

Presiden S B Y berkunjung ke Simalungun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyo
direncanakan akan melakukan kunjungan kerja di Kab। Simalungun pada Juli 2008
mendatang.


Informasi itu dikemukakan Bupati Simalungun, Zulkarnain Damanik, Kamis (3/4), kepada wartawan. “ Kunjungan
SBY dalam rangka panen raya padi sawah seluas 1.300 hektar di Panombean Panei dan peresmian Pematang Raya
menjadi ibukota Kabupaten Simalungun,” terang bupati.


Dalam rangka rencana kunjungan Presiden, Bupati Simalungun bersama Sekab, Asisten Tata Pemerintahan, Asisten
Ekbang, Asisten Administrasi dan Bintur, Kadis Pertanian, Kadis Perkimbangwil, Ka.BP3K, Kabag Tapem, Kabag
Pembangunan, Kabag Humasy dan Protokol, para pimpinan instansi teknis terkait, Camat Raya dan Camat Panambeian
Pane, telah mengelar rapat koordinasi untuk membahas persiapan panen raya dan peresmian ibukota kabupaten.


Zulkarnain mengemukakan, kunjungan SBY ke Simalungun merupakan suatu penghargaan yang tinggi bagi masyarakat
Simalungun sendiri. Sebelumnya memang pernah ada rencana SBY turun ke Simalungun, namun karena berbagai hal,
SBY tidak jadi datang dan digantikan Menteri Pertanian. “Kedatangan presiden harus disambut dengan baik. Ini
suatu penghargaan yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Simalungun,” tutur Bupati.


Menurut Bupati, hal yang paling penting yang harus di persiapkan adalah lokasi pelaksanaan panen raya di Kecamatan
Panambeian Pane dan kota Pematang Raya sebagai ibukota Kabupaten Simalungun seperti infrastruktur jalan menuju
lokasi, penataan kota dan sarana pendukung lainnya.


Kepada Instansi teknis diharapkan untuk bekerja ekstra keras, sehingga kedatangan Presiden ke daerah Simalungun
dapat berjalan dengan baik. Kepada masyarakat, Bupati berharap untuk memberikan dukungan terutama dalam
menjaga situasi keamanan yang kondusif di daerah, apalagi dalam bulan April ini, Prov. Sumut akan melaksanakan
Pilkada Gubernur Sumatera Utara.


Di sisi lain Bupati mengatakan, perpindahan pusat Pemerintahan Kab. Simalungun seharusnya dilaksanakan pada April
ini, namun mengingat pada bulan ini akan dilaksanakan Pilkadasung Gubsu, maka perpindahan baru dapat
dilaksanakan pada Juni 2008 mendatang.


Kemudian, lanjut Bupati, sebelum memasuki kantor baru, terlebih daluhu akan dilaksanakan pesta adat Simalungun
(Mamokkot Rumah Na Bayu) direncanakan pada 2 s/d 5 Juni 2008 yang rencananya dilaksanakan di halaman kantor
Bupati Simalungun yang baru di Kecamatan Raya. (a15)

Waspada Online
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SIMALUNGUN-KU..? - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger